nugraha@grapost.com
cerita sukses elon musk

Elon Musk

CEO Tesla, SpaceX and Solar City

Elon lahir di Afrika Selatan pada tahun 1971, perjalanan hidupnya tidaklah mudah. Sejak kecil dia harus menerima kenyataan bahwa orang tuanya berpisah. Elon memilih untuk tinggal bersama Ayahnya. Sejak kecil Elon sering di-bully oleh teman-temannya, tetapi dia tidak peduli dan mengalihkannya kepada hobi membaca buku, dia menghabiskan 10 jam/hari hanya untuk membaca buku.


Bakat bisnisnya terlihat saat usia 12 tahun, dia menjual  tulisan video gamenya dan menjualnya sebesar $500. Di usia 17 dia bermigrasi ke Kanada dan bekerja serabutan dengan upah $18/jam. Dia masuk ke Queens University tetapi meninggalkan kampus tersebut untuk belajar Bisnis ke University of Pennsylvania. Setelah lulus dia melanjutkan ke Stanford University tetapi hanya dalam jangka waktu 2 hari dia keluar.


Dia membangun perusahaan pertamanya yang diberi nama Zip2, sebuah platfrom yang kemudian dia jual kepada Compaq dengan nilai $307 juta (RP3,5 Triliun) plus $34 juta (Rp400 miliar) untuk stock options. yang membuatnya sebagai seorang millionaire di usia 28. Tidak berhenti di situ, dia bersama temannya membuat sebuah perusahaan yang bernama X.com sebagai cikal bakal PayPal yang kembali dijualnya ke eBay dengan nilai $1,5 miliar (Rp20 Triliun) dengan 11% saham miliknya.


Kemudian dengan uangnya sendiri dia berniat membuat sebuah perusahaan roket yang diberi nama SpaceX. Ditengah perjalanan dia bertemu JB Straubel dan akhirnya bersama-sama temannya menciptakan mobil elektronik Tesla. DIa hampir bangkrut kala itu tetapi mendapat pendanaan dan akhirnya membeli manufaktur mobil bekas Toyota. Sukses dengan itu kini Elon berencana menciptakan Hyperloop, sebuah kereta berkecepatan tinggi. Kini Elon masih akan bernecana untuk berkepansi dalam dunia bisnisnya. Dia bisa saja berhenti ketika menjual PayPal dan bersantai sepanjang hidupnya, tetapi dia memilih untuk bekerja keras dan membantu seluruh umat manusia


“I would like to die in Mars. just not on impact”