Masa Depan E-Commerce di Indonesia

Masa Depan E-Commerce di Indonesia

Dengan jumlah populasi mencapai 250 juta dan pengguna internet sebanyak 39 juta orang, Indonesia menjadi salah satu negara dengan potensi e-commerce terbesar di dunia. Disamping itu, GDP masyarakat Indonesia juga telah bertumbuh dari tahun ke tahun. Data dari Nielsen mencatatkan bahwa di tahun 2015, GDP per capita Indonesia telah mencapai mencapai angka $4978 per tahunnya. Oleh sebab itu, Indonesia masuk dalam kategori sebagai masyarakat kelas menengah terbesar setelah China dan India. Momentum seperti ini hanya terjadi sekali sepanjang sejarah Indonesia.

Lalu Bagaimana Memanfaatkannya?

Indonesian E-Commerce Association saat acara Summit 2016 nya mengatakan bahwa sejauh ini total transaksi online yang ada di Indonesia masih sangat minim. Total trasnsaksi online yang terjadi hanya sebesar 2% dari total keseluruhan transkasi yang ada yang mencapai 33 miliar dollar. Memang angka 2% masih dirasa sangat kecil, tetapi justru belum besarnya presentase yang ada menunjukan bahwa pasar online belum banyak disentuh dan menyisakan ruang-ruang kosong bagi pelaku bisnis yang melek e-commerce untuk segera masuk dan mengambil ceruk pasar yang ada. Disinilah kejelian seorang pengusaha diuji. Sejenak kita dengarkan cerita mengenai penetrasi sepatu di Afrika pada jaman dahulu. Perusahaan A mengatakan bahwa pasar di Afrika tidak ada karena banyaknya masyarakat  yang tidak menggunakan sepatu, alhasil perusahaan A tidak jadi berekspansi ke Afrika. Lalu datang perusahaan B dan sangat antusias dengan prospek di Afrika karena banyaknya masyarakat setempat yang belum mengenakan sepatu. Akhirnya perusahaan B memutuskan untuk mendirikan sepatu dan sukses menguasai Afrika. Sama halnya dengan E-commerce di Indonesia, potensi masih sangat besar untuk dikembangkan, tinggal bagaimana seorang pelaku bisnis sanggup mengidentifikasi masalah yang ada dan memulai penetrasi bisnisnya.

pertumbuhan transaksi online di Indonesia

(statista)

Kita tidak dapat menutup mata bahawa Indonesia memang bertumbuh dalam dunia transaksi online baik dari jumlah tranasksinya, jumlah shoppers nya hingga jumlah rata-rata pengeluaran konsumen untuk transaksi online. Selain itu, pemerintahan Jokowi juga benar-benar mendukung pertumbuhan e-commerce di Indonesia dengan rencana besarnya menjadikan Indonesia sebagai ‘The Biggest Digital Business in South East Asia in 2020’. Pemerintah juga telah mendefiniskan E-commerce sebagai transaksi legal yang dilakukan melalui jaringan komputer dan media elektronik lainnya.

Apa Tantanganya?

Sejauh ini masih banyak tantangan yang harus diselesaikan oleh Indonesia untuk mencapai ekosistem E-commerce yang sehat. Salah satu permasalahan klasik yang sering muncul adalah urusan logistik. Indonesia sendiri merupakan negara kepulauan dengan jumlah pulaunya yang mencapai 17.508 (Badan Pusat Statistik). Hal ini menjadi pekerjaan rumah yang berat bagi penyedia logistik untuk dapat mendistribusikan paket-paket dari penjual untuk sampai di depan pintu pembeli. Selain itu, masih mendominasinya penggunaan transfer bank dan COD dibandingkan dengan kartu kredit menjadi permasalahan yang lain. Minimnya akses kartu kredit (hanya 4,5%) dan susahnya melakukan pembayaran membuat masyarakat Indonesia enggan untuk membelanjakan uangnya dalam transaksi online. Tetapi seiring berkembangnya teknologi, payment gateway mulai banyak bermunculan dan menyelesaikan permasalahan tersebut, sehingga akses kemudahan pembayaran dapat teratasi. Permasalahan terahir adalah masih banyaknya misconception pada masyarakat Indonesia, Banyak dari konsumen yang takut tertipu jika melakukan transaksi dalam dunia online, padahal sekarang sudah ada pembayaran melalui pihak ketiga ataupun melihat review yang ada dan permsalahan terakhir adalah persepsi jika barang yang dibeli tidak sesuai dengan keinginan, padahal ada ketentuan pengembalian yang mempermudah pembeli jika barang yang dibeli tidak sesuai dengan harapan.

We Will Be The Biggest

Jika seluruh pemangku kepentingan dalam dunia E-commerce jeli dalam melihat kesempatan dan memaksimalkan peluang yang ada, bukan tidak mungkin pada tahun 2017 saja Indonesia sudah mampu menjadi the next super power E-commerce in South East Asia.

 

Join Us and Get Free Special E-Book Now!

No spam guarantee.

More Awesome Knowledge

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *