Kenapa Memilih Ethereum?

Kenapa Memilih Ethereum?

Sebelum masuk pada topik tulisan diatas, mungkin sebagian dari teman-teman masih asing dengan kata Ethereum. Ya, Ethereum merupakan salah satu instrumen yang termasuk dalam Cryptocurrency. mengutip dari Investopedia, Cryptocurrency didefinisikan sebagai alat tukar atau bisa disebut sebagai mata uang digital yang menggunakan cabang ilmu Kriptografi sebagai sumber keamanannya sehingga hampir mustahil untuk disusup dan diretas.

Ethereum pertama kali diperkenalkan ke publik pada tahun 2015 dengan founder nya yang kala itu masih berusia 19 tahun bernama Vitalik Buterin. Ethereum pertama kali muncul di pasaran dengan token ETH nya pada kisaran harga $2.8 dimana sekarang harganya telah mencapai $379 (per 19 Juni 2017). Angka  tersebut telah naik lebih dari 13.000% sejak pertama kali ETH beredar. Dari sisi market share pun, Ethereum mulai mendominasi pasar dan hampir flippening Bitcoin. Data dari coinmarketcap.com pun menyatakan bahwa dominasi Bitcoin pada angka 90% telah menurun menjadi hanya 39% karena para investor Cryptocurrency lebih memilih untuk berbelanja Ethereum dan Altcoins lainnya (Ripple, Litecoin, Dash dll). Per tanggal 19 Juni 2017, Ethereum memiliki market share sebesar 31%.

Ethereum Sebagai Internet Masa Depan

Pada dasarnya Ethereum menggunakan teknologi yang sama dengan Bitcoin, yaitu Blockchain. Tetapi dalam praktiknya, penggunaannya tidak hanya sebatas sebagai alat tukar atau mata uang saja. Ethereum dibentuk untuk menjadi platform Blockchain secara global. Ethereum menggunakan teknologi Blockchain untuk membuat smart contract sebagai sarana tercepat dan teraman dalam membuat ekosistem DApps (Decentralized Application). Tech Crunch pun pada Januari 2017  mengatakan bahwa Ethereum merupakan masa depan dari Internet atau Internet 3.0.

Seperti yang kita tahu, Internet saat ini merupakan sistem yang tersentralisasi . Misal, jika kita menggunakan aplikasi Facebook, maka data kita akan tersimpan dalam server Facebook. Begitu juga ketika kita menggunakan WhatsApp, Pesan Whatsapp kita akan tersimpan dalam server Facebook juga, begitu pula dengan foto-foto yang kita bagikan dalam Instagram. Semua tersentralisasi dalam datacenter Facebook.

Di sisi lain, Ethereum adalah basis baru dalam sistem internet terdesentralisasi, yang berarti SETIAP ORANG ADALAH PEMILIK DARI DATA PERSONALNYA MASING-MASING, dengan kata lain kasus penipuan dan penggelapan data hampir tidak mungkin terjadi dalam sistem decentralized.

Terbentuknya EEA (Ethereum Enterprise Alliance)

Salah satu yang mendorong harga Ethereum meroket dari $8 menjadi $379 (per 19 Juni 2017) adalah terbentuknya Aliansi Perusahaan Ethereum (EEA). Perusahaan-perusahaan besar sudah mulai melirik teknologi yang digunakan oleh Ethereum. EEA merencanakan untuk mengajak seluruh perusahaan yang tercatat dalam FORTUNE 500, Startups hingga Akademsi untuk berpartisipasi dalam pengembangan ekosistem Ethereum. Sebut saja Microsoft, Intel, JP  Morgan, Accenture hingga Santander telah bergabung di dalamnya. Baru-baru ini Aliansi ini menambahkan anggotanya dimana salah satunya adalah Toyota Research Center, Samsung dll.

Apa Yang Diharapkan Dari Ethereum?

Dengan supply Ethereum yang sekarang sudah berada pada angka 92 juta ETH, market capitalization sebesar 38 miliar dollar akan naik menjadi 184 miliar dollar dalam kurun waktu 10-15 tahun. Dengan begitu 1 ETH  diperkirakan akan berharga $2000. Jika Ethereum sukses menjadi tulang punggung Intenet 3.0, harga per ETH nya diperkirkirakan akan mencapai $10,000 dengan perbandingan kapitalisasi perusahaan-perusahaan teknologi yang lain (Apple 802 milliar dollar, Alphabet 653 milliar dollar dll). Klaim tersebut saya dapat dari analis Cryptocurrency Paul J. Moriou.

Bagaimana Dengan Risikonya?

Ekosistem dari Ethereum dijalankan oleh DAO (Decentralized Autonomous Organzation), seluruh ekosissetem dari Ethereum terbuka untuk siapapaun. Oleh sebab itu, jika ada hacker dengan kemampuan sangat tinggi berada dalam organisasi tersebut dan merusak protokol (coding) Ethereum, maka hacker tersebut dapat meneruskan transaksi Ethereum langsung ke dompetnya. Hal ini pernah terjadi pada Juni 2016 tahun lalu dimana seorang hacker dalam DAO menerobos keamanan dan mengambil $50 juta (Rp700 miliar) kedalam dompetnya secara LEGAL. Untuk mengantisipasi adanya hal seperti itu terjadi lagi, DAO memutuskan untuk Hard Fork (terbagi menjadi 2) protokol yang ada sehingga hacker tidak bisa lagi mengambil celah untuk menyusup dan merampas Ethereum dalam jaringan karena telah melalui standar-standar yang lebih kompleks. Maka dari itu ada Ethereum (ETH) dan Ethereum Classic (ETC).

Keputusan Di Tangan Mu

Jika teman-teman tertarik, maka lakukanlah riset dan analisa yang dalam terlebih dahulu sebelum menaruh dana dalam bentuk ETH. banyak sumber-sumber yang bisa menjadi referensi untuk mendapatkan pandangann seputar dunia Cryptocurrency. bisa melalui website coinmarketcap.com , coindesk.com , cointelegraph.com hingga analis-analis ahli yang sering membagikan hasil analisanya di Youtube. Selalu waspada dan ingat petuah dari Warren Buffett “never test the depth of the river using two feet”.

Salam!

Join Us and Get Free Special E-Book Now!

No spam guarantee.

More Awesome Knowledge

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *