$317 – $0.13 : Jatuhnya Ethereum?

$317 – $0.13 : Jatuhnya Ethereum? 

Ya, para trader atau investor cryptocurrency, khususnya yang mengalokasikan dananya pada Ethereum sempat dibuat terkejut dengan terjun bebasnya harga Ether dari $317 ke angka $0.13 (ya, tiga belas sen!) pada tanggal 21 Juni di salah satu platform exchange cryptocurrency, yaitu GDAX. Walaupun kembali pada harga normal beberapa menit berselang.

jatuhnya ethereum

Apa yang sebenarnya terjadi?

Saya mencoba mengutip dari official update yang dikeluarkan oleh Vice President GDAX, Adam White. Dia mengatakan bahwa tiba-tiba ada “multi-million” sell order yang ditempatkan pada instrumen ETH-USD (Ethereum to USD) yang mengakibatkan harga dari Ethereum terperosok hingga angka $224 atau jatuh lebih dari 25% seketika. Sebenarnya, menurut saya harga $224 ini masih tergolong wajar jika terjadi aksi jual besar-besaran, tetapi yang membuat harga bisa terjun hingga  dibawah $1 tenyata adalah banyaknya trader dan investor yang menggunakan fitur Stop Loss. Bagi teman-teman yang belum tahu, Stop Loss merupakan fitur dimana ketika harga menyentuh batas bawah yang telah ditentukan, maka fitur tersebut akan langsung melakukan automatic sell. Ketika terjadi automatic sell, maka hal tersebut akan menambah sell order pada instrumen ETH-USD yang akan membuat efek domino sehingga harga Ether semakin terjerumus.

Fitur lain yang membuat harga terperosok adalah penggunaan margin secara besar-besaran (pinjaman uang) yang digunakan para spekulan untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya, namun tidak memperhatikan efek sampingnya jika harga turun secara drastis. GDAX mengijinkan para ‘individu serakah’ untuk menggunakan margin sebesar 3x dari dananya yang berarti individu dengan modal $10.000 bisa membeli atau menjual hingga $30.000. Apakah sebenarnya mereka yang menggunakan margin tersebut tidak mengetahui adanya ‘margin calling’ jika harga turun secara drastis? itu yang ada dalam benak saya.

Intinya, Kedua  hal tersebut menyeret harga Ethereum semakin dalam ke angka yang sangat amat tidak wajar.

Siapakah aktor dibalik “Multi-Million” sell order?

Sebenarnya belum diketahui siapa yang memasang aksi jual sebegitu besarnya pada platform exchange GDAX dan membuat harga bisa terjun hingga $0.13.  Tetapi menurut saya pribadi, aktor dibalik aksi tersebut adalah ‘organisasi’ yang baru saja selesai dengan ICO (Initial Coin Offering) nya yang menggunakan Ether sebagai alat tukar tokennya dan ingin menukarkan Ether tersebut ke mata uang  Fiat, dalam hal ini adalah USD. Bisa disimpulkan bahwa mereja menukar dalam jumlah besar untuk mengembangkan proyek mereka yang mungkin sekarang masih dalam bentuk White Paper. Sejatinya, Tidak mungkin ada satu individu yang memiliki jumlah Ether sebegitu besarnya sehingga merusak dinamika pasar cryptocurrency.

Sebaiknya Bagaimana?

Saya sangat bersimpati kepada teman-teman yang mungkin kehilangan ratusan ribu hingga jutaan dollar karena tragedi tersebut. Ditambah, transaksi yang sudah dilakukan tidak bisa ditarik kembali. Jika saya bisa memberi saran, turunnya harga Ether dari $317-$0.13 memang tidak masuk akal. Seharusnya mulai sekarang, platform-platform pertukaran cryptocurrency memiliki sistem yang sama dengan Pasar Saham dimana dalam bahasa Indonesia sering kita kenal dengan ARB (Auto Reject Bawah), mungkin di Amerika dikenal sebagai Circuit Breaker. Mekanismenya adalah, ketika suatu Emiten (dalam bursa saham) mengalami penurunan yang sangat tajam, maka secara otomatis sistem akan membatasinya. Di Indonesia jika harga suatu saham sudah turun 20%-35% (tergantung rentang harga) maka angka tersebut adalah batas maksimal dalam satu hari. Sehingga investor tidak melakukan panic sell dan dapat berpikir rasional dan logis untuk merancang strategi di hari setelahnya.

Banyak yang mengira pasar sudah kehilangan kepercayaan pada Ethereum, atau bahkan mengatakan Ethereum sudah akan hancur. Tetapi kenyataannya, justru anggota EEA (Ethereum Enterprise Alliance) semakin bertambah. Isu bergabungnya Master Card sudah banter dipublikasikan walaupun belum ada berita resmi dari pihak EEA. Tidak ada yang salah dengan teknologi dibalik Ethereum, yang salah adalah individu dan organisasi yang ceroboh atau bahkan sengaja merusak mekanisme pasar untuk keuntungan pribadi.

Jika Microsoft, Toyota, JP Morgan dll mau untuk berinvestasi pada pengembangan dan masa depan Ethereum, kenapa kita tidak mau untuk mencoba menganalisa peluang yang ada di dalamnya?

Pada dasarnya, tidak ada yang bisa memprediksi pasar, seorang Warren Buffett pun juga tidak bisa memprediskinya. Investasilah pada instrumen dimana Anda akan merasa tenang walaupun pasar tutup selama 10 tahun karena prinsip utama investasi adalah mengamankan asset, bukan mengejar untung yang sebesar-besarnya. Berpikirlah secara rasional sebelum menaruh telur-telur anda dalam sebuah keranjang dan jangan pernah mengetes kedalaman laut menggunakan kedua kaki.

Salam!

Join Us and Get Free Special E-Book Now!

No spam guarantee.

More Awesome Knowledge

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *